Minggu, 30 Desember 2007

bencana alam

kita pasti sudah melihat dan mendengar banyak saudara-saudara kita di jawa tengah dan jawa timur serta daerah lainnya mengalami musibah bencana alam banjir dan tanah longsor. Belum hilang dari ingatan kita trgedi tsunami di aceh dan nias, serta pesisir selatan pantai laut jawa, ditambah tragedi hilangnya pesawat adam air dan masih banyak lagi musibah dan bencana melanda negeri kita ini.

Bila kita kembali bertanya, ada apa dengan negeri ini? ada apa dengan dunia ini?
Kalau kata Ebiet mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah manusia yang bisanya membuat kerusakan di muka bumi. Atau mungkin banyaknya manusia yang serakah dan pemimpin yang suka menzhalimi rakyatnya, serta kurangnya rasa syukur manusia terhadap anugrah yang diberikan oleh Tuhannya.

Yang jelas setiap peristiwa entah itu baik ataupun buruk,pasti mengandung banyak hikmah. Tinggl kitanya yang mau atau tidak mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang terjadi, serta selalu introspeksi terhadap apa-apa saja yang sudah kita perbuat.

Sabtu, 22 Desember 2007

yang kaya makin kaya,yang miskin makin miskin

Judul diatas seperti lirik lagu dangdutnya Rhoma Irama. Ternyata tidak hanya sebatas lagu saja hal itu berlaku,tapi pada saat ini hal tersebut benar-benar terjadi.
Seperti yang dipaparkan dalam (media indonesia online edisi 22 Desember 2007),disitu dikatakan bahwa kebijakan politik,ekonomi pemerintah saat ini tidak begitu berpihak pada rakyat banyak,sebaliknya hanya menguntungkan segelintir orang saja.
Dengan kondisi seperti itu bisa dipastikan dan terbukti bahwa banyak orang indonesia bertambah kaya tanpa mengurangi jumlah orang miskin. Dan dipastikan pula gap antara sikaya dan simiskin semakin jauh(seperti judul diatas).

Melihat kondisi seperti ini ane jadi bertanya-tanya, apa negara ini sudah berubah menjadi negeri yang KAPITALIS? yang hanya bisa dinikmati oleh kaum bermodal saja?

Sungguh "terlalu".........
Ingat sejarah dong,.......
Negeri ini dibangun dengan darah dan air mata para pahlawan negeri ini dengan harapan agar semua rakyat bisa hidup merdeka dan menikmati kemerdekaannya. Dan yang harus diketahui pula masyarakat miskin indonesia saat ini,dulu "mbah-mbah"mereka juga merupakan bagian dari sejarah memerdekakan bangsa ini.

Yang jelas kondisi seperti ini harus berubah. Bangsa ini membutuhkan orang pintar yang mempunyai hati nurani dan semangat kebangsaan yang tinggi, bukan orang pintar yang hanya pandai membodohi rakyat/bangsanya sendiri.

Rabu, 19 Desember 2007

haji oh haji

Musim haji tlah tiba. Banyak masyarakat Indonesia yang berangkat menunaikan ibadah haji ke Mekah. Sebagai bangsa dengan umat Islam terbesar di dunia seyogyanya hal itu menjadi suatu kebanggaan.

Kita semua tahu bahwa menunaikan ibadah Haji merupakan puncak ibadahnya umat Islam. Dengan kata lain semakin banyaknya umat Islam Indonesia yang menunaikan ibadah Haji, maka diharapkan semakin banyak orang baik yang mampu memberikan kasih sayang bagi lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini sesuai dengan ajaran Islam itu sendiri sebagai "Rahmatan lil alamiin".

Tapi sekarang ini ane merasa apa yang seharusnya menjadi efek dari banyak nya umat Islam Indonesia yang berHaji tidak begitu memberikan dampak yang lebih baik. Hal inilah yang sebenarnya menjadi tanda tanya bagi ane ( what's going on ? ).
Ane melihat ibadah Haji saat ini telah berubah orientasinya. Yang ane tahu Haji adalah puncak ibadah,artinya bagi Umat Islam untuk mencapai tahapan Haji maka seseorang harus sudah memiliki kemampuan,dalam hal ini telah memahami esensi Haji itu sendiri.

Haji merupakan rukun Islam yang ke-5. Yang ane tahu syarat rukun adalah dijalankan sesuai urutan/tahapannya. Jadi sebelum Haji setidaknya seseorang telah memahami/merefleksikan empat rukun Islam sebelumnya.
1. Syahadat, mentauhidkan Allah tidak ada Tuhan lain (Tuhan manusia,harta,tahta dll.)
2. Sholat, menjalankan yang ma'ruf menjahui yang munkar. Mampu memisahkan yang Haq dengan yang Batil.
3. Zakat, peduli dengan sosial kita.
4. Puasa, menjadi Taqwa serta ikhlas menjadi hamba-Nya.

So,kalau hal tersebut menjadi landasan,ane yakin Umat Islam Indonesia mampu menjadi Umat yang mampu memberikan kasih dan sayang bagi seluruh manusia dan alam semesta.
Jadi, Haji tidak hanya merupakan WISATA RELIGI semata.

Jumat, 14 Desember 2007

arogansi negara maju

Konferensi tentang perubahan iklim (UNCCC) hampir selesai. Dari awal sebagian besar masyarakat pesimis akan manfaat serta keefektifan konferensi tersebut,dalam rangka menyelamatkan bumi.

Dan memang mudah ditebak. Kesepakatan yang dihasilkan di konferensi tersebut (Bali road map)dengan mudahnya dimentahkan oleh negara-negara maju yang di gawangi Amerika Serikat(AS). Sungguh sangat ironis, 177 negara yang ikut dalam UNCCC tidak berdaya menghadapi arogansi 3 negara (AS,Kanada dan Jepang).

Padahal kita tahu,negara maju dalam hal ini AS adalah negara yang paling lantang meneriakkan HAM. Tapi apa yang mereka perbuat saat ini adalah sebuah tindakan yang meruntuhkan hak manusia diseluruh dunia untuk dapat hidup di bumi ini dengan nyaman dan tentram.

Rabu, 12 Desember 2007

Dijual 2 pulau

Pulau dijual? beneran?
Dulu sih sering denger,apalagi diluar negeri. Tapi kalau didalam negeri kalaupun denger hanya sebatas intermezzo aza. Mungkin dulu ente pernah denger,gosip kalau si"Jacko"alias Michael Jackson,pernah berniat membeli pulau Bali. Tapi yang kemarenan,Pulau Sipadan dan Ligitan ane nggak tahu apakah pulau-pulau tersebut nggak sengaja terjual atau dibeli ama Malaysia ! (ente cari tahu sendiri aja ya! ).

Yang jelas untuk yang sekarang ini,masyarakat dihebohkan dengan dilelangnya 2 pulau di NTB yaitu Pulau panjang dan meriam besar disebuah situs
Yang jadi pertanyaan awam kenapa itu bisa terjadi?
Saat ini sih pihak berwenang sudah menindak lanjuti kasus ini. Kita berharap agar segala sesuatu bisa diselesaikan dengan baik. Tapi sekali lagi kenapa kok setelah terjadi kehebohan baru mau ditangani?
Beruntung tuh pulau belum laku. coba kalau sudah ada yang bel, bisa ilang lagi deh.
Dan dugaan ane, yang berpotensi membeli tuh pulau adalah australia, kenapa?
Seperti kita ketahui,hari gini kan nggak jaman lagi ada penjajahan negara dalam rangka ekspansi wilayah. Jadi simpelnya beli aja pulau disekitar negara tetangga,otomatis wilayah kedaulatan akan bertambah luas. Atau tiru aja Singapura yang ngurug lautnya biar daratannya tambah luas, praktis kan!

Minggu, 09 Desember 2007

Premium jadi Pertamax

Terus terang ane makin bingung hidup dinegara ini. Rasanya makin jauh aja rakyatnya dari kemakmuran. Sekarang ini yang lagi diramein orang adalah tentang pembatasan premium oleh pemerintah,maksoed loe?

Seperti yang kita tahu rencananya masyarakat akan diarahkan untuk membeli bahan bakar non subsidi(pertamax/pertamax plus). Hal ini dilakukan "katanya" untuk mengurangi subsidi pemerintah terhadap bahan bakar bersubsidi(premium) yang nilainya mencapai puluhan triliun rupiah,akibat kenaikan harga minyak dunia yang hampir mencapai $US.100/barel.

so,nanti rencananya didaerah perkotaan premium akan diganti bensin dengan oktan 90(premium beroktan 88)yang harganya berkisar Rp.6200an/liter,disamping pertamax(Rp.7500/liter) dan pertamax plus(Rp.7850/liter). Tapi untuk daerah pinggiran kota masih disediakan premium dengan harga Rp.4500/liter,cuma diyakini jumlahnya pasti dikurangin.
Oh ya,ngomong-ngomong Ciputat dan Pamulang masuk daerah perkotaan atau pinggiran kota ya?...

tapi kalo dipikir-pikir,kenapa pemerintah ngambil kebijakan seperti itu ya?
Bagi ane yang awam,kalo masalahnya adalah karena harga minyak dunia yang membumbung tinggi, lha bukannya Indonesia itukan negara penghasil minyak juga,jadi kalau harga minyak itu naik,untungnya juga gede khan..?
Selain itu,pemimpin itu kan melayani rakyat(katanya),lha kok nyubsidi rakyatnya malah dibilang nanti rakyatnya jadi keenakkan. Okelah kalau selama ini selalu dibilang subsidi yang diberikan tidak tepat sasaran,ane rasa siapapun warga negara ini berhak mendapatkan kemakmuran dan kesejahteraan. lalu apa yang salah ya..?

followers