Rabu, 19 Desember 2007

haji oh haji

Musim haji tlah tiba. Banyak masyarakat Indonesia yang berangkat menunaikan ibadah haji ke Mekah. Sebagai bangsa dengan umat Islam terbesar di dunia seyogyanya hal itu menjadi suatu kebanggaan.

Kita semua tahu bahwa menunaikan ibadah Haji merupakan puncak ibadahnya umat Islam. Dengan kata lain semakin banyaknya umat Islam Indonesia yang menunaikan ibadah Haji, maka diharapkan semakin banyak orang baik yang mampu memberikan kasih sayang bagi lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini sesuai dengan ajaran Islam itu sendiri sebagai "Rahmatan lil alamiin".

Tapi sekarang ini ane merasa apa yang seharusnya menjadi efek dari banyak nya umat Islam Indonesia yang berHaji tidak begitu memberikan dampak yang lebih baik. Hal inilah yang sebenarnya menjadi tanda tanya bagi ane ( what's going on ? ).
Ane melihat ibadah Haji saat ini telah berubah orientasinya. Yang ane tahu Haji adalah puncak ibadah,artinya bagi Umat Islam untuk mencapai tahapan Haji maka seseorang harus sudah memiliki kemampuan,dalam hal ini telah memahami esensi Haji itu sendiri.

Haji merupakan rukun Islam yang ke-5. Yang ane tahu syarat rukun adalah dijalankan sesuai urutan/tahapannya. Jadi sebelum Haji setidaknya seseorang telah memahami/merefleksikan empat rukun Islam sebelumnya.
1. Syahadat, mentauhidkan Allah tidak ada Tuhan lain (Tuhan manusia,harta,tahta dll.)
2. Sholat, menjalankan yang ma'ruf menjahui yang munkar. Mampu memisahkan yang Haq dengan yang Batil.
3. Zakat, peduli dengan sosial kita.
4. Puasa, menjadi Taqwa serta ikhlas menjadi hamba-Nya.

So,kalau hal tersebut menjadi landasan,ane yakin Umat Islam Indonesia mampu menjadi Umat yang mampu memberikan kasih dan sayang bagi seluruh manusia dan alam semesta.
Jadi, Haji tidak hanya merupakan WISATA RELIGI semata.

Tidak ada komentar:

followers