Terus terang ane makin bingung hidup dinegara ini. Rasanya makin jauh aja rakyatnya dari kemakmuran. Sekarang ini yang lagi diramein orang adalah tentang pembatasan premium oleh pemerintah,maksoed loe?
Seperti yang kita tahu rencananya masyarakat akan diarahkan untuk membeli bahan bakar non subsidi(pertamax/pertamax plus). Hal ini dilakukan "katanya" untuk mengurangi subsidi pemerintah terhadap bahan bakar bersubsidi(premium) yang nilainya mencapai puluhan triliun rupiah,akibat kenaikan harga minyak dunia yang hampir mencapai $US.100/barel.
so,nanti rencananya didaerah perkotaan premium akan diganti bensin dengan oktan 90(premium beroktan 88)yang harganya berkisar Rp.6200an/liter,disamping pertamax(Rp.7500/liter) dan pertamax plus(Rp.7850/liter). Tapi untuk daerah pinggiran kota masih disediakan premium dengan harga Rp.4500/liter,cuma diyakini jumlahnya pasti dikurangin.
Oh ya,ngomong-ngomong Ciputat dan Pamulang masuk daerah perkotaan atau pinggiran kota ya?...
tapi kalo dipikir-pikir,kenapa pemerintah ngambil kebijakan seperti itu ya?
Bagi ane yang awam,kalo masalahnya adalah karena harga minyak dunia yang membumbung tinggi, lha bukannya Indonesia itukan negara penghasil minyak juga,jadi kalau harga minyak itu naik,untungnya juga gede khan..?
Selain itu,pemimpin itu kan melayani rakyat(katanya),lha kok nyubsidi rakyatnya malah dibilang nanti rakyatnya jadi keenakkan. Okelah kalau selama ini selalu dibilang subsidi yang diberikan tidak tepat sasaran,ane rasa siapapun warga negara ini berhak mendapatkan kemakmuran dan kesejahteraan. lalu apa yang salah ya..?







Tidak ada komentar:
Posting Komentar