Mbah Marijan sosok fenomenal telah mangkat berpulang kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Bagi yang mengenalnya siMbah adalah panutan dalam sikapnya menjalani hidup. SiMbah adalah sosok yang sederhana apa adanya,ramah dan tidak silau akan gemerlapnya dunia.
Namun yang lebih patut kita teladani adalah, betapa beliau sangat konsisten terhadap amanah yang diembannya,seolah amanah itu adalah garis hidup yang sudah ditentukan untuknya. Konsistennya adalah karena keyakinannya yang begitu kuat terhadap apa yang diyakininya,sehingga apa yang dilakukannya adalah merupakan pengabdian dari seorang hamba yang memang harus ia jalani....
Selamat jalan Mbah...
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menerima amal baik yang telah engkau jalani...
Jumat, 29 Oktober 2010
Rabu, 27 Oktober 2010
Bumi Indonesia menggeliat...
Bumi Indonesia menggeliat lagi. Antara meletusnya gunung merapi dan gempa disertai tsunami di kepulauan mentawai seolah saling susul menyusul. Belum lagi cuaca ekstrim yang melanda menyulut badai hujan dan angin sehingga menimbulkan banjir dan kerusakan dimana-mana. Pertanyaannya, ada apa dengan bumi Indonesia?
Kita semua tahu bumi Indonesia dikenal sebagai bumi yang subur,kekayaan alam yang berlimpah dari darat sampai laut,yang ada dipermukaan maupun yang didalam bumi. Lantas kenapa bumi Indonesia yang luar biasa tersebut tidak menjadikan manusia diatasnya menjadi rakyat yang makmur dan sejahtera,malah keseringan mendapat musibah dan bencana....
Sekali lagi pertanyaanya Ada Apa??? salah urus kah???
Banyak orang akhirnya mulai mengaitkan musibah yang seolah terus menerus melanda bumi Indonesia ini dengan Kepemimpinan di negeri ini yang dalam tanda kutip yang berkuasa mengelola bumi Indonesia. Banyak orang akhirnya berpendapat para pemimpin negeri ini tidak becus dalam mengelola serta dikait-kaitkan dengan banyaknya pemimpin di negeri ini yang menkhianati amanah yang diberikan sehingga alhasil negeri ini dikelola oleh manusia-manusia yang tidak berhati nurani,licik,picik dan banyak berlumuran dosa sehingga pantas negeri ini mendapatkan akibatnya.
Bila memang demikian pantaskah rakyat yang lugu,tidak tahu menahu harus menjadi korbannya?
Yang jelas bumi hanya bisa bereaksi terhadap perlakuan manusia yang mengelola bumi. Dan reaksi bumi semata hanya karena bumi konsisten dengan garis edar yang sudah ditetapkan.
Kita semua tahu bumi Indonesia dikenal sebagai bumi yang subur,kekayaan alam yang berlimpah dari darat sampai laut,yang ada dipermukaan maupun yang didalam bumi. Lantas kenapa bumi Indonesia yang luar biasa tersebut tidak menjadikan manusia diatasnya menjadi rakyat yang makmur dan sejahtera,malah keseringan mendapat musibah dan bencana....
Sekali lagi pertanyaanya Ada Apa??? salah urus kah???
Banyak orang akhirnya mulai mengaitkan musibah yang seolah terus menerus melanda bumi Indonesia ini dengan Kepemimpinan di negeri ini yang dalam tanda kutip yang berkuasa mengelola bumi Indonesia. Banyak orang akhirnya berpendapat para pemimpin negeri ini tidak becus dalam mengelola serta dikait-kaitkan dengan banyaknya pemimpin di negeri ini yang menkhianati amanah yang diberikan sehingga alhasil negeri ini dikelola oleh manusia-manusia yang tidak berhati nurani,licik,picik dan banyak berlumuran dosa sehingga pantas negeri ini mendapatkan akibatnya.
Bila memang demikian pantaskah rakyat yang lugu,tidak tahu menahu harus menjadi korbannya?
Yang jelas bumi hanya bisa bereaksi terhadap perlakuan manusia yang mengelola bumi. Dan reaksi bumi semata hanya karena bumi konsisten dengan garis edar yang sudah ditetapkan.
Rabu, 20 Oktober 2010
Oh Negeriku...
Dimana-mana ramai unjuk rasa mensikapi satu tahun kinerja pemerintah SBY + KIB II. Di berbagai media juga banyak pakar2, ahli2 mengomentari dan mengkritisi.
Secara umum kinerja pemerintahan SBY + KIB II dianggap kurang memuaskan alias mengecewakan. Adapun capaian yang sudah dihasilkan oleh pemerintah masih dirasakan tidak menyentuh terutama bagi "rakyat kebanyakan"(nggak ngepek).
Terus terang ane pribadi juga nggak ngerasaain perubahan/kemajuan yang dicapai pemerintah, akan tetapi ane sangat maklum karena ane mungkin masuk kedalam golongan "rakyat kebanyakan" tadi. Dan ane juga yakin kondisi negeri ini nggak akan mengalami perubahan yang signifikan(kemajuan) melainkan hanya berputar-putar dan jalan ditempat. Mengapa demikian ???
Banyak orang mungkin atau sudah pasti tahu, sejak Negeri ini merdeka atau mungkin sebelumnya,perlahan namun pasti memang dikondisikan seperti "itu". Cita-cita luhur pahlawan negeri ini seolah menjadi sesuatu yang sia-sia. Kemerdekaan yang diraih seolah hanya sebuah seremonial belaka,sehingga sampai detik ini kemerdekaan yang sejatinya bisa mensejahterakan rakyat dan memajukan bangsa sepertinya masih jauh panggang dari api.
Negeri ini tidak akan bisa mensejahterakan rakyatnya selama orang-orang yang mengemban amanah adalah orang-orang yang LEMAH,tidak mendengarkan HATI NURANI,berpikiran sempit,picik dan KHIANAT. Kita tahu Negeri ini dalam cengkraman "sesuatu" yang sangat kuat. Dan hanya orang-orang PEMBERANI,KUAT,CERDAS dan AMANAH sajalah yang sanggup memmberikan perubahan yang berarti pada Negeri ini.
Dalam tidur ane bermimpi bilakah Negeri yang subur dan kaya raya ini adalah benar tanah air kita..........tempat berlindung dihari tua.......sampai akhir menutup mata.............................
Secara umum kinerja pemerintahan SBY + KIB II dianggap kurang memuaskan alias mengecewakan. Adapun capaian yang sudah dihasilkan oleh pemerintah masih dirasakan tidak menyentuh terutama bagi "rakyat kebanyakan"(nggak ngepek).
Terus terang ane pribadi juga nggak ngerasaain perubahan/kemajuan yang dicapai pemerintah, akan tetapi ane sangat maklum karena ane mungkin masuk kedalam golongan "rakyat kebanyakan" tadi. Dan ane juga yakin kondisi negeri ini nggak akan mengalami perubahan yang signifikan(kemajuan) melainkan hanya berputar-putar dan jalan ditempat. Mengapa demikian ???
Banyak orang mungkin atau sudah pasti tahu, sejak Negeri ini merdeka atau mungkin sebelumnya,perlahan namun pasti memang dikondisikan seperti "itu". Cita-cita luhur pahlawan negeri ini seolah menjadi sesuatu yang sia-sia. Kemerdekaan yang diraih seolah hanya sebuah seremonial belaka,sehingga sampai detik ini kemerdekaan yang sejatinya bisa mensejahterakan rakyat dan memajukan bangsa sepertinya masih jauh panggang dari api.
Negeri ini tidak akan bisa mensejahterakan rakyatnya selama orang-orang yang mengemban amanah adalah orang-orang yang LEMAH,tidak mendengarkan HATI NURANI,berpikiran sempit,picik dan KHIANAT. Kita tahu Negeri ini dalam cengkraman "sesuatu" yang sangat kuat. Dan hanya orang-orang PEMBERANI,KUAT,CERDAS dan AMANAH sajalah yang sanggup memmberikan perubahan yang berarti pada Negeri ini.
Dalam tidur ane bermimpi bilakah Negeri yang subur dan kaya raya ini adalah benar tanah air kita..........tempat berlindung dihari tua.......sampai akhir menutup mata.............................
Pencitraan yang mencitrakan Citra
pada dasarnya citra seseorang/sesuatu terjadi secara alamiah. Namun disisi lain citra seseorang/sesuatu bisa diupayakan sesuai keinginan.
Pencitraan adalah salah satu upaya untuk menciptakan/membuat sebuah citra. Namun sayangnya Pecitraan lebih identik dengan upaya pemaksaan dalam membentuk citra.
Pencitraan bila dilakukan oleh diri sendiri/sekelompok yang kepentingannya sama,maka hal tersebut identik dengan upaya(pemaksaan)dalam membentuk citra yang positif(baik).
Sebaliknya bila Pencitraan dilakukan oleh orang lain yang dalam hal ini berbeda kepentingan, maka hal tersebut identik dengan upaya(pemaksaan) dalam membentuk citra yang negatif(jelek).
Dan apabila Pencitraan dijadikan sebagai alat politik maka hal tersebut akan menjadi sesuatu yang jahat dan keji. Hal ini dikarenakan adanya upaya(pemaksaan)dalam membentuk citra yang diinginkan dilakukan dengan cara apapun juga.
Sebagai contoh Amerika, negara adidaya tersebut telah mencitrakan dirinya sebagai polisi dunia. So...kita bisa lihat realitanya....berapa juta manusia tidak berdosa menjadi korban demi membentuk sebuah citra.
Menurut ane, nggak usahlah kita sibuk mencitrakan diri...karena seperti diatas,pada dasarnya citra akan terbentuk secara alami(masuk dalam hukum sebab akibat).
Pencitraan adalah salah satu upaya untuk menciptakan/membuat sebuah citra. Namun sayangnya Pecitraan lebih identik dengan upaya pemaksaan dalam membentuk citra.
Pencitraan bila dilakukan oleh diri sendiri/sekelompok yang kepentingannya sama,maka hal tersebut identik dengan upaya(pemaksaan)dalam membentuk citra yang positif(baik).
Sebaliknya bila Pencitraan dilakukan oleh orang lain yang dalam hal ini berbeda kepentingan, maka hal tersebut identik dengan upaya(pemaksaan) dalam membentuk citra yang negatif(jelek).
Dan apabila Pencitraan dijadikan sebagai alat politik maka hal tersebut akan menjadi sesuatu yang jahat dan keji. Hal ini dikarenakan adanya upaya(pemaksaan)dalam membentuk citra yang diinginkan dilakukan dengan cara apapun juga.
Sebagai contoh Amerika, negara adidaya tersebut telah mencitrakan dirinya sebagai polisi dunia. So...kita bisa lihat realitanya....berapa juta manusia tidak berdosa menjadi korban demi membentuk sebuah citra.
Menurut ane, nggak usahlah kita sibuk mencitrakan diri...karena seperti diatas,pada dasarnya citra akan terbentuk secara alami(masuk dalam hukum sebab akibat).
Rabu, 13 Oktober 2010
Dalam cengkraman asing
Genta demokrasi di Metro tv beberapa minggu yang lalu membahas tema Indonesia dalam cengkraman asing. Kalau dipikir-pikir secara kasat mata hal itu sudah jadi rahasia umum alias banyak orang udah pada tahu. Lantas mengapa hal tersebut langgeng berjalan di negeri yang kita cintai ini?
DPR aja yang mewakili kita bilang, kalau hal tersebut benar silahkan buktikan...!!
waduh...
DPR aja yang mewakili kita bilang, kalau hal tersebut benar silahkan buktikan...!!
waduh...
Langganan:
Postingan (Atom)






