Sabtu, 27 November 2010

Memberantas KORUPSI di negeri para mafia.

Akhirnya Negeri ini sudah memiliki alat yang lengkap dalam penanggulangan Korupsi. Alat yang di maksud adalah alat negara/ aparat dalam sebuah institusi. Alat tersebut adalah POLRI dengan KaPolri yang baru, KEJAKSAAN AGUNG dengan Jaksa Agung yang baru dan KPK dengan Ketua KPK yang baru.

ketiga alat inilah yang nantinya diandalkan untuk bisa menanggulangi dan memberantas korusi di negeri ini. padanya tersimpan harapan seluruh rakyat untuk bisa benar-benar menyeret dan menghukum para koruptor tidak hanya para koruptor yang kecil melainkan juga para koruptor kelas "badak". namun disisi adanya secercah harapan,muncul juga pesimisme dalam upaya memberantas korupsi.
telah kita ketahui bersama bahwa negeri ini tingkat korupsinya sudah mengakar bahkan sudah menyatu dengan system. Dan inilah sulitnya bila sudah menyatu dalam system karena akan berkaitan erat dengan para penguasa/aparat yang merupakan bagian dari system itu sendiri. Bahkan untuk aparat/penguasa yang tingkatannya lebih tinggi boleh dibilang tidak tersentuh oleh hukum walaupun katanya hukum tidak pandang bulu,namun kenyataanya hukum di negeri ini masih pilih-pilih bulu.

Mungkin kalau diibaratkan korupsi dinegeri ini sudah seperti “lingkaran setan” yang mana dalam menanggulanginya memerlukan alat yang lengkap dan super kuat agar lingkaran setan itu bisa diputus dan diketemukan ujungnya. Selain itu ane hanya merasa Korupsi dinegeri ini hanya bisa diberantas bila memberantasnya dengan cara “Out of System”.

Minggu, 21 November 2010

Nasib TKI -TKW

Reaktif, itulah sikap pemerintah RI dari dulu dalam mensikapi pemasalahan. Dari dulu pemerintah selalu menunggu kejadian dulu baru bertindak. Sangat jarang sikap antisipatif yang ditunjukkan pemerintah. Dan dalam hal ini yang lagi ramai dibicarakan adalah kasus kekerasan/penyiksaan yang dialami para TKI dan TKW di negara asing.

"Pahlawan Devisa" itulah julukan yang ditujukan kepada TKI dan TKW kita. Sungguh betapa berjasanya para TKI dan TKW dalam penambahan pundi-pundi devisa bagi negeri ini. tapi sebegitunya gelar yang diberikan kepada para TKI dan TKW kita,namun yang mereka terima adalah sikap kurang/tidak perhatian pemerintah terhadap eksistensi mereka. Para pengurus negeri ini lebih sibuk memperhatikan kepentingan golongan mereka sendiri ketimbang mengurusi kepentingan rakyat kebanyakan. Bahkan yang lebih miris lagi sikap anggota Dewan yang katanya terhormat itu tidak mempedulikan nasib TKI yang terlantar beberapa waktu yang lalu.

Masih banyak lagi sikap para pengurus negeri ini yang tidak pro terhadap para TKI dan TKW yang tidak terekspose. Mulai dari sistem mekanisme pemberangkatan TKI-TKW yang tidak terpantau dengan baik,minimnya perlindungan yang diberikan sampai pada sikap KONJEN/Dubes RI yang lebih membela orang lain (majikan) dari pada rakyat sendiri.

Lagi pula sebegitu miskinya kah negeri ini sehingga harus mengeksploitasi rakyatnya untuk menjadi "babu" di negeri orang lain....?

Minggu, 14 November 2010

Surga Bagi Koruptor dan Penjahat kelas kakap

( JUS apa yang mahal yang ngabisin banyak duit?...jawab : gaJUS tambunan... : )

Kalo dipikir-pikir(bisikan setan) enak ya jadi koruptor dan penjahat kelas kakap di Negeri ini. sudah hukumannya ringan,dipenjara dapat fasilitas khusus dan bisa jalan-jalan keluar lagi.
Sepertinya slogan "justice for all" sudah nggak berlaku lagi. Karena yang terjadi saat ini adalah Keadilan pilih-pilih bulu.
Hari ini yang berlaku adalah uang yang berbicara. Ada uang semua urusan lancar. Hukum bisa dibeli,hakim dan jaksa bisa disuap,peraturan bisa dirubah.

Jadi kalau jadi koruptor dan Penjahat jangan tanggung-tanggung,karena negeri ini surganya para koruptor dan penjahat kelas kakap( bukan sebuah anjuran ).

Senin, 08 November 2010

penting gak penting, siapa butuh siapa

Hal ini terkait rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat “Mas Obama(Barack Obama),setelah beberapa kali ditunda-tunda dengan alasan ada hal yang lebih “penting” dari pada mengunjungi Indonesia.

Hampir sebagian penduduk Indonesia tahu kalau Presiden AS mempunyai kenangan dengan Indonesia yang menjadikannya seolah-olah Negeri ini memiliki ikatan khusus dengan sang Presiden. Namun terlepas masa lalu sang Presiden AS dengan Indonesia,ada hal yang mungkin bisa kita soroti tentang rencana kedatangannya di Negeri ini.

Bila dilihat dari sisi penting nggak sih kedatangan Barrack Obama di Indonesia? Tentu masing-masing orang akan berbeda satu sama lain. Namun kalau ditanyakan penting nggak sih kedatangan Presiden AS di Indonesia bagi rakyat kebanyakan? Kalau ane boleh menyoroti,bagi sebagian kecil rakyat Indonesia ,kedatangan presiden AS adalah sesuatu yang membanggakan. Bahkan mungkin bagi Pemerintah kita sendiri kedatangan Barrack Obama sangat penting dan strategis dalam hal menjalin kerja sama lebih akrab lagi di segala bidang. Tapi bagi rakyat kebanyakan hal tersebut tidaklah membawa perubahan yang lebih baik.

Selain itu kalau boleh ditanya lebih jauh,siapa sih yang lebih punya kepentingan tentang kunjungan Obama ke Indonesia? Dan kalau ditanya lagi sebenarnya siapa sih yang butuh siapa?

Seandainya para pemimpin Negeri ini memegang teguh cita-cita luhur perjuangan Kemerdekaan yang telah diraih, “terlalu murah negeri yang potensi kekayaan alam nya sangat luar biasa ini,diobral seolah tidak memperdulikan anak cucu negeri ini nanti”.

Senin, 01 November 2010

sebuah ironi

melihat dan mendengar berita di salah satu TV tentang Anggaran negara untuk penanggulangan bencana,serta dalam pelaksanaanya ada yang agak mengusik hati ane. Jumlah anggaran untuk penanggulangan bencana untuk tahun ini dan setelah mendapatkan tambahan atas persetujuan DPR lebih kurang total 4,1 triliun ( kira2 kurang dari 0,4% dari APBN).
Dari sini saja kelihatannya agak ironis,untuk negeri dengan luas dan jumlah pulau yang begitu banyak dan yang penting adalah menyangkut nyawa manusia,negara hanya mengalokasikan dana cuma segitu...(bandingkan dengan APBN untuk perbankan)

Sebagai orang awam dan mungkin agak katrok,ane memang kurang tahu bagaimana penyelenggara negara ini membuat itung-itungannya,yang jelas bagi ane adalah sungguh ironi dan sepertinya "jaka sembung naik ojek".....

Dan yang membuat ati ane tambah gatel...dalam pendistribusian dana bantuan untuk korban bencana alam yang banyak terjadi sekarang ini kok sepertinya sangat susah sekali dan butuh waktu lama untuk menentukan berapa besar dana untuk membantu korban bencana di sini dan disitu. Udah gitu ngasihnya dicicil pula..... : (

Aduuuuuh.....coba sampeyan bandingkan dengan bagaimana penyelenggara negara ini memberikan bantuan atau talangan dana ke Bank Century...nggak pakai lama bo...dan besarnya nggak tanggung-tanggung 6,7 T ..................@#$!!!????

followers