Minggu, 21 November 2010

Nasib TKI -TKW

Reaktif, itulah sikap pemerintah RI dari dulu dalam mensikapi pemasalahan. Dari dulu pemerintah selalu menunggu kejadian dulu baru bertindak. Sangat jarang sikap antisipatif yang ditunjukkan pemerintah. Dan dalam hal ini yang lagi ramai dibicarakan adalah kasus kekerasan/penyiksaan yang dialami para TKI dan TKW di negara asing.

"Pahlawan Devisa" itulah julukan yang ditujukan kepada TKI dan TKW kita. Sungguh betapa berjasanya para TKI dan TKW dalam penambahan pundi-pundi devisa bagi negeri ini. tapi sebegitunya gelar yang diberikan kepada para TKI dan TKW kita,namun yang mereka terima adalah sikap kurang/tidak perhatian pemerintah terhadap eksistensi mereka. Para pengurus negeri ini lebih sibuk memperhatikan kepentingan golongan mereka sendiri ketimbang mengurusi kepentingan rakyat kebanyakan. Bahkan yang lebih miris lagi sikap anggota Dewan yang katanya terhormat itu tidak mempedulikan nasib TKI yang terlantar beberapa waktu yang lalu.

Masih banyak lagi sikap para pengurus negeri ini yang tidak pro terhadap para TKI dan TKW yang tidak terekspose. Mulai dari sistem mekanisme pemberangkatan TKI-TKW yang tidak terpantau dengan baik,minimnya perlindungan yang diberikan sampai pada sikap KONJEN/Dubes RI yang lebih membela orang lain (majikan) dari pada rakyat sendiri.

Lagi pula sebegitu miskinya kah negeri ini sehingga harus mengeksploitasi rakyatnya untuk menjadi "babu" di negeri orang lain....?

Tidak ada komentar:

followers