Sabtu, 25 Desember 2010

MUMPUNG......

Euforia dan dukungan terhadap timnas sepak bola Indonesia,menunjukan betapa rakyat Negeri ini haus dan sangat merindukan akan prestasi yang membanggakan dibidang olah raga khususnya sepak bola yang sudah begitu lama terpuruk dan susah untuk bangun.

Tapi sangat disayangkan,bahwa prestasi yang diberikan oleh timnas sepak bola Indonesia yang dihasilkan dari kerja keras dan kesungguhan hati untuk memberikan yang terbaik,dimanfaatkan oleh “pihak-pihak” yang seharusnya juga memberikan prestasi yang membanggakan dalam mengurus Negeri ini,dengan menjadikan prestasi timnas sebagai tameng atas buruknya kinerja “pihak-pihak” tersebut.

MUMPUNG ada momen yang bikin rakyat senang dan bangga,mereka bilang “nebeng Ah.....”.

Kamis, 23 Desember 2010

Karakter Bangsa

Beberapa puluh tahun yang lalu Negeri ini dikenal dengan bangsa yang penduduknya ramah dan sangat menjunjung tinggi nilai dan adat ketimuran. Betapa dulu ketika saya masih sekolah SD sekitar tahun 80-an,kalau membaca buku PMP(Pendidikan Moral Pancasila) sungguh disitu menceritakan suasana hidup saling mengasihi,tolong menolong,gotong royong dan saling tenggang rasa. Dan dalam kehidupan real pun suasana itu berlaku dan berjalan dengan baik.

Adalah karakter bangsa yang penduduknya ramah dan berbudi luhur,hari ini setelah tiga dasa warsa hal tersebut menjadi pertanyaan dan dipertanyakan. Yang kita lihat dan rasakan saat ini adalah karakter bangsa yang penduduknya bersikap lo elo,gue gue, urusan elo bukan urusan gue, lo susah salah lo sendiri, biar lo susah yang penting gue hepi, lo senggol gue sikat, lo meleng gue embat, gue begini suka-suka gue, ada duit ursan beres gak ada duit kelaut aje, dan masih banyak lagi karakter yang mewarnai bangsa ini.

Mo dibawa kemana Bangsa ini....????

Jumat, 10 Desember 2010

Standar Moral Bangsa

Kalau untuk produk/barang ada standarnya yaitu SNI,bagaimana dengan standar moral bangsa ini?

Dengan adanya standar untuk produk/barang maka semua barang yang diproduksi secara mutu/kualitas harus mengacu pada batas batas yang sudah ditetapkan. Dengan demikian bisa dipastikan barang yang sudah sesuai standar,mutunya bisa dipertanggung jawabkan. Lain halnya dengan produk/barang yang tidak mengikuti standar,maka sudah dapat dipastikan barang tersebut adalah abal-abal alias dibikin asal-asalan,yang tentu akan mengecewakan dalam menjalankan fungsinya.

Sayangnya baru produk/barang yang sudah distandarkan di Negeri ini. Padahal ada hal yang saat ini sudah sangat kritis keadaannya yaitu MORAL. Saat ini Bangsa kita boleh dikatakan sedang krisis moral. Hal ini dikarenakan untuk urusan moral bangsa ini belum mempunyai standar yang baku,alias silahkan membuat standar moral masing-masing. Akibatnya timbul masalah apabila terdapat kasus yang berhubungan dengan moral. Masing-masing akan menganggap bahwa perbuatannya masih dalam batas-batas moral,disisi lain menganggap perbuatn tersebut sudah termasuk amoral.

Bila hal ini dibiarkan berlarut maka lambat laun Bangsa ini akan kelihatan moralnya seperti apa. Artinya di zaman yang dimana uang yang berbicara maka moral yang bobrok bisa menjadi dan dianggap sebagai suatu hal yang lumrah dan boleh. Bila sudah demikian maka tinggal tunggu keruntuhannya saja…….

Minggu, 05 Desember 2010

Sepak Bola Indonesia #2

“AMAZING” Luar biasa atas permainan TIMNAS di ajang piala AFF 2010. Sungguh merupakan skejutan dan kekebanggaan bagi rakyat Indonesia pecinta sepak bola setelah di pertandingan yang kedua Tim Merah Putih mampu melibas Tim Laos dengan skor 6-0 tanpa balas. Ini merupakan momentum bagi perkembangan sepak bola Indonesia kedepannya.

Semoga hal ini menjadi perhatian Pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia bahwa bila kita MAU,kita pasti bisa. Namun masih banyak PR yang harus dikerjakan bila ingin sepak bola Indonesia ingin maju sejajar dengan Negara-negara yang sepak bolanya sudah maju.

Dari sisi SDM, pekerjaan rumah yang harus diselesaikan adalah,pembibitan dan pengkaderan sejak dini. Disini harus ada program perbaikan nutrisi yang nantinya secara fisik bisa bersaing dengan pemain dari Negara lain. Kedua peningkatan sarana dan prasarananya,khususnya lapangan sepak bola. Jumlah lapangan sepak bola minimal dilipatgandakan 3 kali lipat (jangan bangun lapangan golf dan Mall melulu : ( (mengaca pada Jepang,setiap sekolah ada lapangan sepak bolanya). Ketiga bikin event dan kompetisi sepak bola sesering mungkin,baik didalam negeri maupun latih tanding keluar negeri. Keempat managerial yang professional,jujur transparan dan fair dalam menyeleksi pemain. Kelima semuanya itu butuh uang yang banyak…

Jadi, Pemerintah dan konglomerat (kalau bener lu ngaku orang Indonesia) ayo keluarin duit dong.. Pecinta sepak bola Indonesia ane rasa mau tuh tiap bulan keluarin duit seceng Rp.1000 untuk kemajuan sepak bola. Bayangin dikali 50.000.000 orang aja sudah 50 milyar sebulan….

Rabu, 01 Desember 2010

Sepak Bola Indonesia

Tampil perdana di piala AFF 2010,Tim Indonesia boleh dibilang tampil luar biasa. Walaupun diawal permainan masih terlihat kaku,bahkan kebobolan lebih dulu,tetapi kemudian Tim Garuda Merah Indonesia mampu bangkit dan menundukkan Tim Malaysia dengan skor cukup telak 5-1. Mudah-mudahan Tim Indonesia mampu mempertahankan kualitas permainan sampai babak selanjutnya.

Berbicara tentang Sepak Bola, Indonesia memang masih jauh tertinggal dari Negara-negara lain yang sepak bolannya sudah maju macam Brazil, Inggris,Spanyol bahkan bila dibandingkan dengan yang selevel Asia seperti Jepang dan Korea Selatan. Entah kenapa untuk saat ini rasanya masih sulit untuk menaikkan level minimal tingkat Asia. Banyak tanggapan dan komentar yang beragam mengenai hal tersebut,mulai dari SDM, fasilitas sarana,sampai pada hal managerial.

Bila diperhatikan lebih jauh lagi,untuk masalah SDM Negara ini kaya akan SDM. Tinggal bagaimana membinanya,mendidiknya,perbaikan nutrisi dan menyeleksinya dengan fair. Untuk fasilitas sarana,memang Negara ini masih lebih banyak lapangan golfnya dibandingkan lapangan sepak bola(dan sepertinya di olahraga golfpun Indonesia belum punya prestasi yang membanggakan Rakyat kebanyakan). Padahal untuk membuat lapangan golf membutuhkan lahan yang lebih luas dibanding lapangan sepak bola. Dan yang masih kusut adalah masalah managerial,mulai dari kepengurusan sampai soal pembiayaan. Untuk saat ini mungkin masalah yang paling pokok adalah masalah pembiayaan. Karena pada dasarnya kalau ada uang semuanya bisa diatur.

Kita hanya berharap mudah-mudahan kedepan Pemerintah MAU dengan kewenangannya bisa memberikan fasilitas yang maksimal. Kita berharap orang-orang terkaya Indonesia MAU menggelontorkan uangnya untuk pembiayaan-pembiayaan persepakbolaan. Semua itu tujuannya satu untuk mengharumkan nama Bangsa Indonesia dengan prestasi olah raga ditengah semerbak bau busuk dimana-mana yang mencemari bangsa ini.

Gampang2 SUSAH

ini terkait dengan mencari pekerjaan di Ibu Kota dengan pendidikan dan skill yang terbatas. Memang bila di lihat dari banyaknya lowongan kerja hal ini seolah Ibu Kota adalah tempat yang menjanjikan masa depan. Kalau bahasa pepatahnya "apa saja asal mau, pasti jadi uang". Namun untuk menjalankan pepatah itu juga tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak hal bisa menjadi hambatan,beberapa diantaranya yang lebih sering menjadi faktor penghambat adalah, masalah gengsi...

Terlepas dari hal tersebut saat ini banyak fenomena orang membuat lowongan kerja tidak seperti yang di iklankan. Misal di iklan dibutuhkan karyawan untuk posisi A,namun pas melamar harus menjadi B dulu. Selain itu pas melamar kerja, masa si pelamar harus keluar sejumlah uang dulu dengan dalih macam-macam. Parahnya lagi sudah mengeluarkan sejumlah uang ternyata pekerjaannya nggak sesuai dengan yang dijanjikan. Akibatnya ya..kalau dijalani ya dengan terpaksa, atau nggak jadi kerja dengan resiko sudah kehilangan sejumlah uang. Ujung-ujungnya bukanya kerja dapat uang malah tekor keluar uang.

Jadi ternyata cari kerja ternyata nggak gampang. Dan jangan percaya deh kalau ada lowongan kerja yang syaratnya gampang dan kerjaanya gampang. Karena alhasil yang kelihatanya gampang tadi ternyata malah menyusahkan dan membuat susah... : (

followers