Jumat, 28 Oktober 2011
SUMPAHnya PEMUDA
Secara langsung maupun tidak langsung, Sumpah yang di ikrarkan oleh perwakilan pemuda dari penjuru tanah air, sangat efektif untuk merapatkan barisan dalam rangka mencapai kemerdekaan bangsa Indonesia.
Namun setelah Indonesia merdeka, sedikit demi sedikit Sumpah itu mulai luntur. Bangsa ini mulai kehilangan tujuan dan cita-cita. Sehingga pada akhirnya Bangsa ini berjalan tanpa tujuan yang menjadi visi bersama. Bangsa ini telah asyik menikmati kemerdekaan dengan berjalan sendiri-sendiri dan bergolong-golongan. Bangsa ini telah memudarkan ikatan yang selama ini telah menguatkan. Dan pada akhirnya Bangsa ini sungguh dalam keadaan rapuh dan mudah dipecah belah.
Dengan kondisi yang demikian para Penjajah modern dengan girang mulai menancapkan kuku-kukunya untuk selajutnya dipakai untuk mengoyak dan mencengkeram. Disadari atau tidak, Bangsa ini sudah terkoyak dan dalam cengkeraman asing. Dan untuk mengukuhkan cengkeraman itu, mereka cukup melalaikan para pemuda dengan keasikkan dan kesibukkan yang tak berujung.
Hari ini hari sumpah pemuda, akankah bisa bersatu lagi? Nasib Bangsa ini ada di tanganmu para pemuda seluruh Indonesia.
Selasa, 18 Oktober 2011
bilamana
Belum lagi dengan para makelar dan calo-calo yang mengelilinginya....
Jumat, 14 Oktober 2011
bilamana negeri ini makmur dan sejahtera
Kamis, 13 Oktober 2011
oh negeriku (yang kesekian kalinya)
Namun setelah semua bagian diambil manfaatnya,yang tersisa adalah lubang dengan sisa akar yang masih menempel.
Dan itulah yang kami perebutkan dan ributkan...
Rabu, 05 Oktober 2011
kami rakyat biasa
bisa diperlakukan tidak adil
kami rakyat biasa...
biasa dirampas hak-haknya
kami rakyat biasa...
biasa dibodoh-bodohi
kami rakyat biasa...
biasa dibuat susah
kami rakyat biasa...
biasa jadi korban dan dikorbankan
dan masih banyak lagi...
karena kami adalah rakyat biasa
yang biasa diapa-apakan oleh wakil dan pemimpin kami sendiri yang menjanjikan kemakmuran dan kesejahteraan...
Rabu, 17 Agustus 2011
66 tahun Indonesia merdeka
lebih dari 350 tahun dijajah, jutaan nyawa telah dikorbankan dan berakhir di meja perundingan.
bagaimanapun juga hukum "yang kuat menguasai yang lemah" dan "yang pandai memperdaya yang bodoh" adalah masih berlaku di dunia ini.
350 tahun dijajah terlalu lama bagi bangsa ini,sehingga menumbuhkan mental biasa menjajah dan dijajah.
kini 66 tahun Indonesia merdeka, adalah biasa yang kuat menjajah dan rakyat yang lemah sudah terbiasa dijajah.
sungguh, jutaan pahlawan yang rela mengorbankan nyawa mereka, sangat tidak menginginkan kondisi yang seperti ini.
DIRGAHAYU NEGERIKU
MASIH BANYAK RAKYAT YANG MENGHARGAIMU
SEMOGA KELAK NEGERI INI ADALAH NEGERI YANG MAKMUR
SEHINGGA DAMAI UNTUK TEMPAT BERLINDUNG
SAMPAI AKHIR MENUTUP MATA....
Kamis, 21 April 2011
buka mata hati
Sabtu, 09 April 2011
anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang terhormat,
Wakil rakyat yang tidak mewakili. Hal ini sudah lama dan mungkin sejak awal sudah demikian. Akhir-akhir ini kita sering ditampakkan polah tingkah sang wakil rakyat yang sejatinya mewakili aspirasi rakyat kebanyakan.
Di media telivisi kita disuguhi betapa para wakil rakyat dengan sumringahnya tersenyum ketika proyek pembangunan gedung baru DPR bakal dilanjutkan. Tentu saja hal ini membikin rakyat menjadi miris. Terus terang, kepada bapak dewan yang terhormat,ketahuilah bahwa senyuman bapak itu membawa luka bagi jutaan rakyat negeri ini yang untuk sekedar menyambung hidupnya harus banting tulang peras keringat diatas negeri yang konon kaya akan sumber daya alam gema ripah loh jinawi....
Senin, 21 Maret 2011
oh...negeriku
Jumat, 18 Maret 2011
"?"@#99%kusut....
Senin, 21 Februari 2011
Tentang NURANI
Disadari atau tidak,diakui atau tidak, pada diri setiap manusia ada yang namanya nurani. Konon nurani adalah merupakan suara kebenaran(idealisme). Bahkan ada yang mengartikan nurani adalah suara Tuhan yang membisik kedalam hati manusia. Apapun definisi tentang nurani, sederhananya nurani adalah bisikan yang baik-baik dan membawa kebaikan bagi semesta alam.
Kalau boleh diibaratkan, nurani pada diri manusia adalah bagaikan setitik kecil yang bersinar. Sudah kecil,titik tersebut diselimuti oleh sesuatu (X) yang menggerakkan/mengendalikan pikiran dan gerak manusia. (X) ini sangat dipengaruhi/didominasi oleh apa yang didengar, dilihat dan dirasa oleh manusia. Sehingga peluang nurani untuk mewarnai (X) adalah sangat kecil,kecuali bagi orang-orang yang ‘ikhlas’.
Akhir-akhir ini terlalu banyak kejadian yang mengusik nurani. Saking banyaknya sampai-sampai nurani ini merasa sangat lelah. Bila sudah begitu,selemah-lemahnya diri, kita hanya bisa berharap dan berdo’a. Yang penting jangan sampai nurani yang ada didiri kita menjadi padam.
Kamis, 10 Februari 2011
Save This Nation
bahwa kita harus "melek" dan buka kuping lebar-lebar untuk merasakan.
jangan terlena dengan pemandangan dan suara yang indah serta menyenangkan.
karena memang itu yang mereka suguhkan.
Bangsa ini lagi sakit,
kalau bukan kita yang sekarang peduli,
akankah anak cucu kita yang menanggung akibatnya.......?
Senin, 07 Februari 2011
SAK KAREPMU
di negeri ini moral sudah menjadi urusan masing-masing,mau bermoral bejat ataupun maksiat,asal tidak mengganggu atau merugikan orang lain "it's no problem" alias SAK KAREPMU....!
Rabu, 26 Januari 2011
GUMUN
Rasa gumun akan menjadi positif apabila diikuti dengan keinginan kuat untuk menjadi apa yang digumuni. Sebaliknya akan mengecilkan/mengkerdilkan diri kita bila rasa gumun itu tidak direspon positif alias hanya sekedar ikut-ikutan/latah....
Minggu, 23 Januari 2011
membandingkan yang TAK sebanding
Kita mungkin sering membanding-bandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain. Namun sering kali dalam membandingkan kita terjebak oleh paradigma dan cara berpikir kita sendiri,sehingga alhasil kita sering membandingkan sesuatu dengan yang lainnya yang sebenarnya tidak sebanding untuk dibandingkan...
Menurut ane dalam membandingkan kita harus membuat parameter dari faktor-faktor pendukung antara sesuatu dengan sesuatu yang akan dibandingkan. Setelah parameter ditetapkan dan dalam sekala ukur menunjukan nilai yang sama atau beda tipis,maka keduanya layak untuk dibandingkan. Dalam hal ini sederhananya membandingkan sesuatu dengan yang lainnya harus sama-sama sekufu/selevel segala sesuatunya.
Jadi jelas Gak Layak/pantas Gaji Presiden dibandingkan dengan gaji “rakyat kebanyakan”.... : (
Minggu, 16 Januari 2011
Wayang Kulit Gayus...
Semua rakyat Negeri ini dibikin geleng-geleng oleh peran yang dimainkan oleh Gayus Tambunan. Sungguh merupakan kisah yang tidak disangka-sangka,bahwa ternya ada orang yang bisa berperan seperi itu. Dan sebagian rakyat Negeri ini juga sudah tahu bahwa peran yang dimainkan Gayus ada yang mendalangi.
Diibaratkan pertunjukan wayang kulit,penonton hanya bisa menikmati pertunjukkan yang dimainkan sang dalang tanpa bisa melihat secara langsung siapa dalangnya. Dan yang bisa melihat dalangnya adalah hanya “orang dalam” yang dalam hal ini adalah para pemain gamelan dan sinden-sindenya.
Pertanyaan sekarang,siapakah dalang yang memainkan Gayus Tambunan? Yang jelas seorang dalang adalah yang mempunyai kekuasaan untuk memainkan para wayangnya......
Minggu, 02 Januari 2011
Norax bin Katrox
Hal inilah yang terjadi di Negeri ini. Ada pejabat pemerintah yang memuji hasil kinerja pemerintah. Maksude opo..iku..? Ane hanya bisa berharap semoga rakyat Negeri ini sudah lebih cerdas dan melek,sehingga tidak langsung GUMUN dengan kata-kata manis yang membius dan memabukkan....Peace !






