Jumat, 28 Oktober 2011

SUMPAHnya PEMUDA

hari ini 83 tahun yang lalu,para pemuda negeri ini berkumpul berikrar untuk menyatukan visi tentang persatuan. Para pemuda bersumpah untuk menyatukan segala perbedaan dengan menyatakan Berbangsa dan bertanah air serta berbahasa yang satu yaitu INDONESIA.

Secara langsung maupun tidak langsung, Sumpah yang di ikrarkan oleh perwakilan pemuda dari penjuru tanah air, sangat efektif untuk merapatkan barisan dalam rangka mencapai kemerdekaan bangsa Indonesia.

Namun setelah Indonesia merdeka, sedikit demi sedikit Sumpah itu mulai luntur. Bangsa ini mulai kehilangan tujuan dan cita-cita. Sehingga pada akhirnya Bangsa ini berjalan tanpa tujuan yang menjadi visi bersama. Bangsa ini telah asyik menikmati kemerdekaan dengan berjalan sendiri-sendiri dan bergolong-golongan. Bangsa ini telah memudarkan ikatan yang selama ini telah menguatkan. Dan pada akhirnya Bangsa ini sungguh dalam keadaan rapuh dan mudah dipecah belah.

Dengan kondisi yang demikian para Penjajah modern dengan girang mulai menancapkan kuku-kukunya untuk selajutnya dipakai untuk mengoyak dan mencengkeram. Disadari atau tidak, Bangsa ini sudah terkoyak dan dalam cengkeraman asing. Dan untuk mengukuhkan cengkeraman itu, mereka cukup melalaikan para pemuda dengan keasikkan dan kesibukkan yang tak berujung.

Hari ini hari sumpah pemuda, akankah bisa bersatu lagi? Nasib Bangsa ini ada di tanganmu para pemuda seluruh Indonesia.

Selasa, 18 Oktober 2011

bilamana

bilamana negeri ini dipimpin oleh orang-orang nasionalis sejati,yang hanya mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk kemajuan dan kesejahteraan negeri dan rakyatnya, dan bukan dipimpin oleh sekumpulan pedagang yang pastinya mempertimbangkan untung dan rugi...
Belum lagi dengan para makelar dan calo-calo yang mengelilinginya....

Jumat, 14 Oktober 2011

bilamana negeri ini makmur dan sejahtera

Apabila 3 hal yaitu, SEMBAKO, PENDIDIKAN dan KESEHATAN dipimpin oleh orang yang JUJUR. Karena JUJUR adalah pangkal KEADILAN,dan KEADILAN adalah pangkal dari Kemakmuran dan Kesejahteraan...

Kamis, 13 Oktober 2011

oh negeriku (yang kesekian kalinya)

Bagaikan sebuah pohon yang besar dan berbuah lebat dan nikmat. Dari akar sampai pucuk daunnya tidak ada yang tidak dapat dimanfaatkan.
Namun setelah semua bagian diambil manfaatnya,yang tersisa adalah lubang dengan sisa akar yang masih menempel.
Dan itulah yang kami perebutkan dan ributkan...

Rabu, 05 Oktober 2011

kami rakyat biasa

kami rakyat biasa...
bisa diperlakukan tidak adil

kami rakyat biasa...
biasa dirampas hak-haknya

kami rakyat biasa...
biasa dibodoh-bodohi

kami rakyat biasa...
biasa dibuat susah

kami rakyat biasa...
biasa jadi korban dan dikorbankan

dan masih banyak lagi...
karena kami adalah rakyat biasa
yang biasa diapa-apakan oleh wakil dan pemimpin kami sendiri yang menjanjikan kemakmuran dan kesejahteraan...

followers